overproud sebagai kata sindiran … by : adih
Overproud, dan kaum amperthubis
Terdengar mengejek?
Kalian tahu ngga sih overproud itu apa ?
Mungkin bagi anda penggiat media sosial sudah tidak asing
dengan istilah overproud itu
Overproud pengertiannya yang kebanyakan orang ketahui
adalah sikap terlalu membanggakan apa-apa yang berasal dari
negaranya padahal di mata orang dari negara lain biasa saja atau seperti itulah
orang biasa mengartikannya.
Yah memang sedikit abstrak pengertian dari netizen ini bahkan
sangat mungkin menimbulkan salah tafsir, sehingga apapun yang menurut mereka membawa
nama negara dan kita bereaksi terhadap hal tersebut maka itu di sebut overproud
Emang iya ??
Oke mungkin dari sini kita akan kebingungan menilai dan
memaknai overproud ini sebenarnya apa?
Mari kita break down satu persatu di mulai dari istilah nya
1. Istilah Overproud
Overproud seperti yang bisa kita lihat adalah kosakata dalam
Bahasa inggris jika anda menaruh kata overproud dalam terjemah google di satukan dua kata
(over+proud) ini tanpa spasi maka akan
keluar terjemahan satu kata yaitu “sombong”
Dan jika di pisah dengan spasi maka akan menjadi terjemahan
dua kata yaitu “terlalu bangga”
lantas
Apakah terlalu bangga dengan kata sombong itu sama ?
Kalau menurut hemat saya… bisa jadi , karena jika kita terlalu
membanggakan sesuatu kita akan terlihat sombong
(logika nya seperti itu)
Tapi pernah suatu hari
ketika saya memperdebatkan soal kata “overproud “ ini pada suatu
komentar di suatu situs, di komentar itu
saya berpendapat
overproud bisa bermakna “sombong” dan ternyata banyak dari netizen kita ,yah .. kita sebut saja anti-overproud, menolak bahwa kata overproud
itu adalah kata “sombong” mereka tidak bisa menerimanya karena menurut
mereka “proud” dalam Bahasa inggris
artinya “bangga”
Alasan mereka kira-kira seperti ini:
-“overproud” artinya bukan sombong tapi artinya bangga
berlebihan , Masa iya “ I’m proud of you “ artinya “ saya sombong kepadamu”
kalau sombong itu dalam Bahasa inggris yang di pakai itu “arrogant
,bigheaded,cocky” dan lain-lain-
Seperti itu lah alasan mereka
Tentu saja saya bingung dengan alasan seperti itu sebab
kenapa kalimat nya tidak di tulis
“I’m overproud of you “ ??
bisa jelas terlihat perbedaan dari kata “I’m proud of you
-vs- I’m overproud of you “
jadi jelas terlihat aneh bukan?
sebab menurut saya
kalimat yang benar sandingan nya adalah “ I’m very proud of you “
Dengan demikian menurut hemat saya kata “overproud” memiliki
makna yang berbeda sendiri
Lalu kemudian saya menunjukan
bukti atau link kepada para anti-overproud itu , suatu literatur berbahasa inggris
menggunakan kata overproud untuk menunjukan makna “sombong”
Contoh kalimat ini saya temukan di situs rhymezone.com pada
bagian “mentions”
Contoh kalimatnya seperti ini :
- Item: two bright eyes, atriffel overproud and willful, perhaps , but candid and full of laughter :Polly oliver’s Problem by kate douglas smith
- And if he was a bit overproud – it was only because those about him were overproud and foolish : the bell-ringer of angel’s and other stories
Dan masih banyak contoh kalimat yang mengindikasikan bahwa
kalimat overproud menunjukan makna arti “sombong”
Dan setelah itu, perdebatan kemudian berhenti saja sampai situ tanpa mereka
membalas apa-apa
:p
Nah kemudian yang
menurut saya jadi masalah itu di sini
Yaitu Salah satu penyakit
di dunia media social selain salah tafsir, kurang literasi dan sebagai
nya salah satu nya juga adalah pembiasan
karakter dan prasangka
2. Karakter (ciri-ciri) overproud
Bagi para netizen anti-overproud khusus nya di Indonesia karakter orang-orang
overproud ini terlihat dari banyak nya komentar “membanggakan “di suatu berita
dari luar negri yang memberitakan hal-hal yang ada unsur indonesianya
Contoh : video klip rich brian , iklan luar negri nya indomie
, cerita gunung Krakatau yang Meletus di film netfix dan lain sebagainya
Tapi menurut hemat saya Mereka menempatkan “karakter overproud”
ini pada substansi yang menurut opini saya kurang tepat
Contoh Seperti kalimat ini: “bangga jadi Indonesia “
Tanpa tahu maksud dari kalimat ini tujuan nya apa para
anti-overpoud ini langsung men-ngejudge bahwa ini adalah kalimat overproud
Lah kok bisa?
Kalau menurut saya
ini di sebab kan oleh salah satunya karena prasangka , Prasangka dalam membuat
suatu kesimpulan berdasarkan kalimat
yang kita sendri tidak tahu apa motif dan maksudnya tapi seolah-olah kita faham apa
maksudnya
Jadi tendensi dalam berprasangka dan segala macam emosi menjadi
satu sehingga membuat istilah “overproud” ini menjadi seperti efek bola salju
jadi kenanya kemana-mana
Kira-kira kenapa hal ini bisa terjadi?
Oke , Sebelum kita membahas lebih jauh mari kita telisik dahulu
tentang karakter di Indonesia yang
hingga saat ini masih santar di bicarakan
Yaitu sifat minder kita terhadap negara negara maju atau
istilah keren nya “inferiority complex”
Mungkin saat kita melihat buku-buku sejarah ataupun sebuah
pidato kebangsaan tentang kita yang di jajah oleh negara negara kolonial
seperti belanda portugis inggris perancis dan juga negara yang baru maju
seperti jepang memupuk suatu informasi kedalam otak kita bahwa orang Indonesia lebih
lemah dari negara-negara itu karena kita di jajah selama 350 tahun , (walaupun
350 tahun di jajah itu masih di perdebatkan hingga sekarang) tapi faktanya
indonesia pernah di jajah ,
lalu setelah itu Indonesia merdeka, dan di periode
kemerdekaan itu baik saat orde lama atau
pun orde baru keharusan orang Indonesia untuk menjadi nasionalis tercermin dari
berbagai aturan birokrasi maupun even-even seperti lomba 17 agustus atau
peringatan hari kartini sehingga membentuk satu identitas pada masyarakatnya
yaitu identitas sebagai bangsa Indonesia
Kemudian muncul gabungan dari kedua perasaan itu (yaitu
perasaan minder dan identitas bangsa) sebuah rasa haus pengakuan bahwa
Indonesia ini sebenarnya… begini-begitu , bisa begini- bisa begitu yah seperti
itulah pokok nya :p
hal inilah yang nantinya menjadi benih-benih calon kalimat
“overproud Indonesian”
Sampai sini ada yang
faham apa yang saya maksud ?
Jadi menurut opini saya ,yang mana saya mengira ini sangat
menarik untuk kita bahas
Kemungkinan besar orang yang di sebut -sebut netizen “overproud”
itu, mungkin sebenarnya bukan overproud
tapi mungkin lebih tepat di sebut “norak”
Sedang kan netizen yang mengejek orang lain overproud
(anti-overproud) itu sebenarnya adalah
orang yang terkena “inferiority complex” (minder) dan juga orang yang nasionalis sekaligus..
kalian bingung?
Nah jadi begini kalau kita telisik alasan-alasan mereka
kenapa mereka menyindir orang yang overproud
Kira-kira alasan mereka semua hampir serupa
Jadi kalau di tanya kepada mereka (anti-overproud) ini , alasan
mereka adalah supaya orang Indonesia (nasionalis) tidak di katakan norak atau lebay oleh orang
dari negara lain
Sebab mereka sebagai sesama orang Indonesia malu (minder)
jika orang dari negara lain itu menilai orang Indonesia itu norak
Iya anda benar segitulah kepercayaan diri mereka dalam
menghadapi penilaian orang dari negara lain :p
Nah dari sini sudah faham apa yang saya maksud
Sekarang kita pindah kepada kasus Vanuatu yang dulu siantar
terdengar menyinggung Indonesia soal isu di papua
Netizen Indonesia bereaksi ramai-ramai menyerang akun pariwisata Vanuatu
Dengan komentar-komentar merendahkan negara Vanuatu bahkan
cenderung rasis menurut saya
Nah di sini pertanyaan nya
Apakah di situ ada orang-orang yang anti-overproud menyebut tindakan
netizen Indonesia seperti itu adalah overproud ?
Atau malu jika di katakan norak oleh orang Vanuatu ?
Saya kira mungkin tidak ada karena orang-orang yang
“anti-overproud” itu hanya akan menyebut
nya “overprod” hanya jika itu adalah reaksi dari suatu berita positif dari luar
Indonesia
Padahal itulah yang menurut saya “overproud” yang asli
komentar pejabat yang bilang bahwa kopit 19 tidak akan masuk
Indonesia karena Indonesia panas Itulah sikap “overproud” yang asli ,
komentar kita yang bilang jika ludah orang Indonesia jika
berkumpul bisa menenggelamkan suatu negara
itulah overproud yang asli
coba anda bandingkan kalimat mana yang lebih pantas di sebut
overproud
“bangga jadi Indonesia”
Atau
“orang indonesia kebal-kebal karena makan nasi kucing” ?
Silakan nilai sendiri tanpa takut penilaian dari orang asing
:p
3. manfaat sifat “inferiority complex”
Kalau bagi saya Sebenarnya tidak mempersalahkan dengan sikap
seperti itu apapun sikap yang ada pada diri manusia apakah inferiority complex
, superiority complex sikap senang
berkompetisi ataupun sikap kekeluargaan jika di
gunakan pada proprosi nya yang benar, bisa kita manfaat kan untuk kepentingan
yang lebih baik.
Sebenarnya sikap inferior kita terhadap negara luar ini
sudah jadi sebuah karakter di indonesia ini dan hal ini di manfaaat kan oleh
orang -orang dalam bidang bisnis untuk meraup keuntungan
contoh nya brand-brand seperti “ratu silver”, ”hokka bekal ” , ”mujaer
mineral ”, ” atau “bread katakan” mereka mendeskripsikan produk mereka se-olah mereka itu adalah produk impor dari luar negri padahal produk mereka itu asli buatan lokal
Kalau dalam bahasa pasarnya itu di sebut dengan istilah “foreign branding strategy” atau semacam
itulah soalnya saya juga baru tahu tadi habis nonton tangan belang di utube
Dengan kata lain sifat orang – orang Indonesia yang inferiority complex terhadap luar negri ini di manfaat kan sudah
sejak lama oleh orang-orang Indonesia sendiri
:p
Sedangkan Kita baru berkoar-koar ketika orang luar
menggunakan Bahasa Indonesia di utube untuk menarik views
Namun Di sisi lain kita juga merendahkan orang Indonesia
yang menggunggah konten yang menggunakan
Bahasa inggris
Bahkan views konten belajar Bahasa inggris dari Indonesia
lebih sedikit yang nonton (miris)
Dan satu hal lagi yang Namanya karakter mau inferior ataupun
superior tidak bisa semena-mena dikatakan baik atau buruk, bahkan sikap kita
yang ciri khas Indonesia, yang selalu di katakan
ramah,murah senyum dan kekeluargaan jika di lihat dari perspektif yang negatif dapat
di artikan menjadi licik , tidak terpercaya dan juga nepotisme
Jika kita sandingkan ciri khas bangsa eropa yang suka
bersaing ,berkompetisi untuk bertahan hidup namun jika di lihat dalam persepektif
yang positif bisa berubah menjadi persaingan keras dan kemampuan untuk
memajukan bangsa
Bukan berarti kita harus mencontoh negara-negara eropa tapi
cobalah menjadi diri sendiri dalam persepektif yang positif
kesimpulan
Inilah pentingnya kita “open minded” dalam bersikap , sikap kita yang
terbuka dan kritis pada karakter apapun ataupun
pada hal-hal lain
Kesimpulan nya adalah overproud itu belum tentu overproud
bisa saja hanya norak bisa saja hanya mensupport bisa saja hanya ingin komentar
tergantung konteks dan niat yang berkomentar
Yang salah adalah yang menghakimi nya sebagai overproud
Jika anda tidak setuju dengan keimpulan ini boleh di
diskusikan di kolom komentar tapi ingat komentar yang bersebrangan itu harus
dengan argumentasi yang masuk akal, jangan asal ceplas ceplos tanpa ada isi nya
Ok :p
sallam
Komentar
Posting Komentar